Sabtu, 30 November 2013

Hubungan Antara Pasar dan Perusahaan



Pasar
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.
Perusahaan
Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.

Hubungan Pasar dan Perusahaan
Pasar dan perusahaan mempunyai hubungan yang sangat kuat, atau dengan kata lain pasar dan perusahaan memiliki hubungan simbiosis mutualisme atau hubungan saling menguntungkan. Perusahaan merupakan tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya produksi barang ataupun jasa, sehingga perusahaan akan menjual ataupun mendistribusikan hasil produksinya  ke para konsumen. Oleh karena itu lah dibutuhkan pasar sebagai tempat perusahaan menjual barang atau jasa kepada konsumen, yang mana pasar merupakan tempat bertemu dan berinteraksi antara penjual dan pembeli. Dari proses jual beli ini, perusahaan dapat memdapatkan kembali biaya yang dikeluarkannya sebagai modal produksi berikutnya.
Hubungan lain antara pasar dan perusahaan adalah pasar dapat mengambil keuntungan dari barang atau jasa yang dijual dari perusahaan ke konsumen. Misalnya perusahaan menjual barang atau jasa hasil produksinya dengan harga Rp 100.000,- maka pasar dapat menjual kembali barang atau jasa tersebut dengan harga Rp 120.000,-. Sehingga perusahaan dapat menjual barang atau jasa hasil produksinya dan pasar dapat merauk untuk dari hasil penjualan tersebut.
Selain itu pasar dapat membantu perusahaan dalam mengenalkan produknya ke masyarakat luas. Sehingga dapat meningkatkan permintaan barang atau jasa hasil produksi perusahaan yang akan meningkatkan keuntungan dari pasar tersebut.
Dari pasar, perusahaan dan mengetahui pesaing-pesaing produknya. Sehingga perusahaan dapat mencari tahu kelemahan-kelamahan para pesaingnya dan dapat meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat menguasai pangsa pasar.
Perusahaan untuk memulai usahanya terkadang memerlukan pinjaman modal. Pasar modal dapat meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan untuk memualai usahanya. Dari sini pasar modal dapat mengambil keuntungan dari bunga peminjaman modal tersebut.
Untuk memulai usahanya, selain memerlukan modal berupa uang, perusahaan juga memerlukan modal berupa tenaga kerja sebagai pekerja ataupun karyawan. Pasar tenaga kerja dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan oleh perusahaan.

Plin-plan-nya Cita-cita Gigih 'Kecil'

Cita-cita anak kecil sering berubah-ubah kan ya? Dulu saya pernah pengen jadi pramugari. Lihat kerjaannya pramugari di televisi yang selalu jalan-jalan keliling Indonesia, bahkan sampai keliling dunia pasti membuat anak-anak tidak terkecuali saya 'kecil' pengen jadi pramugari. Tapi ada perkataan mama yang membuat saya 'kecil' jadi down :( "pramugari itu harus tinggi dan pinter bahasa inggris, gih." pffttt itu berhasil buat saya 'kecil' jadi galau. Wait!! anak kecil galau? Bukan galau sih, cuma sedih aja. hhe :p
Pramugari. pffttt~
 Oke lanjut ke cita-cita kedua! Cita-cita kedua ini bisa dibilang terlalu mainstream bagi anak kecil. Adalah keinginan saya untuk jadi dokter anak. Dulu itu (sampai sekarang juga), saya suka banget sama anak bayi. Tiap liat anak bayi rasanya pasti laper. lho! haha bercanda. Maksudnya tiap kali liat anak bayi pasti pengen gendong dan dicubit-cubit pipinya sampe dia nangis kejer. Tapi ya gitu, itu cuma "pengen". Kenyataannya gak pernah dibolehin gendong anak bayi, alasannya satu: takut jatoh. Ya ampyunnn! Padahal saya 'kecil' mampu kok kalau cuma sekedar gendong anak bayi. fiuuhhh~
Bu Dokter
Dan yakkk!! karena anak kecil itu labil, jadi cita-cita saya berubah (lagi). Pernah pengen jadi koki, penyanyi, pemain film, dan masih banyak lagi. Nah mulai agak serius waktu saya kelas 1 SMA. Saat itu saya pengen banget jadi bidan. Untuk sedikit merealisasikannya saya ikut ekskul PMR. Ya sedikit berhubungan dengan bidan lah. Lalu saya belajar mati-matian biar bisa masuk jurusan IPA, dan alhamdulillah masuk. Di kelas 2 dan 3 SMA mulai belajar menyukai pelajaran biologi, terutama yang berhubungan dengan sistem reproduksi manusia. Semangat banget saya waktu itu. Sampai suatu ketika saat kelas 3 SMA mendekati UAN, saya dapat brosur tentang PMDK sekolah kebidanan negeri di kota saya. Di situ tertulis 1 syarat yang bikin saya down (lagi) : "tinggi minimal 155 cm". Padahal waktu itu tinggi  saya gak sampai segitu :(
Lalu lah ayah saya menawarkan saya masuk sekolah kebidanan swasta karena tidak ada syarat tinggi badan. Tapi seperti yang kita semua tau, di mana-mana yang ada embel-embel "swasta" pasti biayanya mahal. Saya gak mau dong membuat beban ayah saya. Akhirnya saya harus mengubur cita-cita saya untuk menjadi seorang bidan.

bye bye kebidanan ._.
Dan sepertinya saya memang diberi jalan hidup di sini. Menjadi mahasiswi teknik industri yang katanya mempunyai profil menjadi seorang manajer. Hmm cuma bisa bilang amin :)
engineer :)
Apapun pekerjaan saya nanti yang terpenting halal dan dapat berguna bagi banyak orang.
Dan satu lagi, sehebat apapun pekerjaan seorang wanita, kodrat wanita adalah sebagai seorang ibu yang tugas dan kewajibannya adalah mendidik dan membesarkan anaknya agar menjadi manusia yang berguna nantinya :D