Selasa, 10 Juli 2012

I Give My First Love To You



Masaki Okada :)
Dapet file film dari seorang teman. Katanya recommended sekali. Nyampe rumah langsung deh disetel. Dan taraaaa!!! Film ini luar biasa menyentuh, berulang-ulang nonton tetep aja bisa bikin mewek :')
Cerita singkatnya tentang kisah cinta sepasang manusia yang sudah terjalin dari mereka masih anak-anak yang akhirnya harus terpisah karena si cowok meninggal dunia karena sakit jantung yang dideritanya dari kecil.
Nah, ada nih kalimat yang menurutku menyentuh banget. "Even if I met you again, or even if I knew of the sad consequences that await me, I would still falling in love with you again.". Apa ya? semacam kehabisan kata-kata buat ngomentarin kalimat ini. Agak lebay ya :p
Di film ini aku suka banget dengan Masaki Okada yang berperan sebagai Takuma. Suka banget dengan penampilannya dengan rambut yang kriwil-kriwil kece :p
Selain suka dengan Takuma, aku juga suka banget dengan soundtrack film ini. Judulnya Boku wa Kimi ni Koi wo suru. Awalnya emang gak tau arti liriknya apa, tapi dari nada-nadanya kelihatan kalau lagunya itu lagu galau. hahaha :p
Ternyata bener, arti liriknya emang galau. hho :p
Ni, aku ada dapat lirik lagunya+translate Indonesianya :)

Boku wa Kimi ni Koi wo suru
moshi mo negai ga kanau nara
kimi no kanashimi o boku no mune no naka ni
sosogi konde kudasai
sono itami naraba boku wa taerareru

mirai egaku chizu mo nakushite shimau
chippoke na boku dakeredo
kimi o mitsuketa

Sayonara, arigatou, suki da yo, suki da yo
sayonara, waratte yo, naku na yo, BAKA da na
tsutaetai kotoba wa tomedonaku afureru
nando mo, nando demo boku wa kimi ni koi wo suru

kimi no negai ga kanau nara
subete sasageru to kokoro kara ieru

boku ga inakunatte mo kieru koto nai
koiiro ni somaru kokoro
kimi to mitsuketa

sayonara, mata aou, gomen ne, suki da yo
sayonara, waratte yo, okon na yo, BAKA da na
koishii kurushii itoshii ja tarinai
nando mo, nando demo boku wa kimi to koi wo suru

koisuru hitomi to aisuru itami o
kimi ga boku ni kureta kagayaki wasurenai zutto

Sayonara, arigatou, suki da yo, suki da yo
sayonara, waratte yo, naku na yo, BAKA da na
tsutaetai kotoba wa tomedonaku afureru
nando mo, nando demo boku wa kimi ni koi wo suru

sayonara, mata aou, gomen ne, suki da yo
sayonara, waratte yo, okon na yo, BAKA da yo
koishii kurushii itoshii ja tarinai
nando mo, nando demo sakebu yo
suki da yo
sayonara

Indonesian Translated
Jika keinginanku menjadi kenyataan
Kau akan mengisi semua kesedihan ku
Tolong buanglah perasaan itu
Aku akan bertahan untukmu

Ketika lukisan masa depan dan peta hilang,
Aku masih akan melihat bagian kecil darimu

Selamat tinggal, terima kasih, aku mencintaimu, aku mencintaimu
Selamat tinggal, tetaplah tersenyum, jangan menangis, bodoh.
Kata-kata yang ingin kusampaikan ini mengalir tanpa henti
Tidak peduli berapa kali, aku akan tetap jatuh cinta padamu

Mimpimu akan menjadi kenyataan
Seperti dapat dikatakan dengan semua dedikasimu dan dengan hatimu

Ketika aku tidak ada disini, aku tidak akan lenyap
Kau masih akan menemukan benang-benang cinta di hati kita

Selamat tinggal, sampai jumpa lagi, maafkan aku, terima kasih, aku mencintaimu,
Selamat tinggal, tetaplah tersenyum di jalan ini, bodoh.
Cinta yang menyakitkan, terus-menerus mencintai
Tidak peduli berapa kali, aku akan tetap jatuh cinta padamu

Mata cinta, rasa sakit akan kasih sayang
selalu memberikanku sebuah cinta yang tak terlupakan

Selamat tinggal, terima kasih, aku mencintaimu, aku mencintaimu
Selamat tinggal, tetaplah tersenyum, jangan menangis, bodoh.
Kata-kata yang ingin kusampaikan ini mengalir tanpa henti
Tidak peduli berapa kali, aku akan tetap jatuh cinta padamu

Selamat tinggal, sampai jumpa lagi, maafkan aku, terima kasih, aku mencintaimu,
Selamat tinggal, tetaplah tersenyum di jalan ini, bodoh.
Cinta yang menyakitkan, terus-menerus mencintai
Tidak peduli berapa kali, aku akan berteriak "Aku cinta padamu",
Selamat tinggal...

Selasa, 05 Juni 2012

Asosiasi standarisasi Baja

1.  AISI (American Iron Steel Institute)
AISI (American Iron Steel Institute) adalah asosiasi produsen baja Amerika Utara. Organisasi pendahulunya tanggal kembali ke 1855 membuatnya menjadi salah satu asosiasi perdagangan tertua di Amerika Serikat. AISI diasumsikan bentuknya yang sekarang pada tahun 1908, dengan Elbert H. Gary, ketua United States Steel Corporation, sebagai presiden pertama.
Pengembangannya adalah sebagai respons terhadap kebutuhan untuk instansi koperasi di industri besi dan baja untuk mengumpulkan dan menyebarkan statistik dan informasi, menjalankan investigasi, menyediakan forum untuk diskusi masalah dan umumnya memajukan kepentingan industri. Ujung tombak AISI inisiatif untuk menguntungkan profil reputasi industri.
2. SAE (Society for Automotive Engineering)
SAE Internasional (SAE, (awalnya Society of Automobile Engineers (1905), diubah menjadi Society of Automotive Engineers (1916)) adalah sebuah organisasi bagi para profesional engineering di ruang angkasa, industri kendaraan otomotif, dan komersial. Masyarakat adalah organisasi pengembangan standar untuk rekayasa kendaraan bertenaga dari segala jenis, termasuk mobil, truk, kapal, pesawat, dan lainnya.
SAE International memiliki 120.000 anggota di seluruh dunia. Misi SAE International adalah untuk memungkinkan konsensus sukarela pada pengembangan standar. Yayasan SAE menggalang dana untuk mendukung ilmu pengetahuan dan pendidikan teknologi pada siswa dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi.

3. JIS (Japanese Industrial Standard)
Japanese Industrial Standard  (JIS) (日本 , Nippon Kogyo kikaku?) Menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses standarisasi dikoordinasikan oleh Jepang Komite Standar Industri dan dipublikasikan melalui Asosiasi Standar Jepang.

4. SNI (Standar Nasional Indonesia)
Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional.
Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu:
·      Openess (keterbukaan): Terbuka bagi agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI;
·      Transparency (transparansi): Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya . Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan dengan pengembangan SNI;
·      Consensus and impartiality (konsensus dan tidak memihak): Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil;
·      Effectiveness and relevance: Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
·      Coherence: Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional; dan
·      Development dimension (berdimensi pembangunan): Berdimensi pembangunan agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Standarisasi Baja

       Standardisasi adalah proses merumuskan, merevisi, menetapkan, dan menerapkan standar, dilaksanakan secara tertib dan kerjasama dengan semua pihak. Standar Nasional Indonesia adalah standar yang ditetapkan oleh instansi teknis setelah mendapat persetujuan dari Dewan Standardisasi Nasional, dan berlaku secara nasional di Indonesia. Struktur penomoran SNI terdiri atas serangkaian kode dengan arti tertentu yaitu berupa kode SNI, nomor unik, nomor bagian dan nomor seksi, serta tahun penetapan. Kode SNI menyatakan bahwa dokumen tersebut adalah Standar Nasional Indonesia. Sedangkan nomor unik adalah identifikasi dari suatu standar tertentu yang jumlah digitnya sesuai kebutuhan, minimal 4 digit dan diawali dengan angka 0. Nomor bagian merupakan identifikasi yang menunjukan nomor urutbagian dari suatu standar yang mempunyai bagian. Nomor seksi merupakan identifikasi yang menunjukan nomor urut seksi dari suatu standar bagian tertentu.
Selain standarisasi nasional ada pula standarisasi dari Jepang yang biasa di singkat dengan JIS( Japan Industrial Standart ) dan dari Amerika seperti ASTM ( American Society for Testing Materials ), AISI (Americal Iron and Steel Institute) dan dari berbagai Negara lain.
            Ada beberapa tipe standarisasi yang umumnya digunakan pada baja, termasuk baja karbon, diantaranya adalah :
·         AISI (American Iron Steel Institute).
·         SAE (Society for Automotive Engineering).
·         JIS (Japanese Industrial Standard).
·         SNI (Standar Nasional Indonesia).

A. AISI-SAE
Standarisasi dengan sistem AISI dan juga SAE merupakan tipe standarisasi dengan berdasarkan pada susunan atau komposisi kimia yang ada dalam suatu baja. Ada beberapa ketentuan dalam Standarisasi baja berdasarkan AISI atau SAE, yaitu :
Dinyatakan dengan 4 atau 5 angka:
                  1.         Angka pertama menunjukkan jenis baja.
                  2.         Angka kedua menunjukkan:
a.       Kadar unsur paduan untuk baja paduan sederhana.
b.      Modifikasi jenis baja paduan untuk baja paduan yang kompleks.
                  3.         Dua angka atau tiga angka terakhir menunjukkan kadar karbon perseratus persen.
                  4.         Bila terdapat huruf di depan angka maka huruf tersebut menunjukkan proses pembuatan bajanya.
Contoh standarisasi Baja karbon dengan AISI-SAE :
      SAE 1045, berarti :
ü  Angka 1   : Baja Karbon
ü  Angka 0   : Persentase bahan alloy (tidak ada)
ü  Angka 45 : Kadar karbon (0.45% Karbon)

B. JIS (Japanese Industrial Standard)
Standarisasi dengan sistem JIS merupakan salah satu tipe standarisasi atas dasar aplikasi produksi dan grade (kualifikasi untuk aplikasi tertentu). JIS standard dikembangkan oleh Japanese Industrial Standards Comitee yang merupakan bagian dari Kementrian Industri dan Perdagangan Internasional di Tokyo. Sama halnya dengan standarisasi AISI-SAE, standarisasi JIS juga mempunyai beberapa ketentuan, diantaranya :
         1.  Diawali dengan SS atau G dan diikuti dengan bilangan yang menunjukkan kekuatan tarik minimum dalam  kg/mm2.
        2. Diawali dengan S dan diikuti dengan bilangan yang menunjukkan komposisi kimianya.
           3.  Untuk golongan Stainless Steel biasanya menggunakan grade dari ASTM dengan menggunakan kode huruf SUS diikuti dengan kode angka sesuai dengan AISI atau SAE.

*) Contoh standarisasi baja karbon dengan JIS :
ü  JIS G 5101 (Baja karbon cor).
ü  JIS G 3201 (Baja karbon tempa).
ü  JIS G 3102 (Baja karbon untuk konstruksi mesin).
ü  JIS G 3101 (Baja karbon untuk konstruksi biasa).

C. SNI (Standar Nasional Indonesia)
Standarisasi SNI ini merupakan tipe standarisasi yang sama dengan JIS, yaitu berdasarkan aplikasi produksi. Ada beberapa contoh standarisasi SNI pada baja karbon yang umumnya terdapat di pasaran, diantaranya :
ü  SNI 07-0040-2006 (Kawat baja karbon rendah).
ü  SNI 07-0053-2006 (Batang kawat baja karbon rendah).
ü  SNI 07-2052-2002 (Baja karbon untuk tulang beton).
ü  SNI 07-0601-2006 (baja karbon dalam bentuk plat).

Mengenai struktur mesin baja karbon . logam campuran
Nomor ukuran. Nama
JIS
ISO
AISI SAE
BS
DIN
NF
ГOCT
Mengenai struktur mesin baja karbon . logam campuran
S10C
C10
1010
040A10·045A10·045M10
CK10·C10
XC10
-
S12C
-
1012
040A12
-
XC12
-
S15C
C15E4·C15M2
1015
055M15
CK15·C15
-
-
S17C
-
1017
-
-
XC18·XC18S
-
S20C
-
1020
070M20
CK22·C22
-
-
S22C
-
1023
-
CK22·C22
-
-
S25C
C25·C25E4·C25M2
1025
070M26
CK25·C25
XC25
-
S28C
-
1029
-
-
-
25T
S30C
C30·C30E4·C30M2
1030
080A30·080M30
CK30·C30
-
30T
S33C
-
-
060A32·080A32
-
XC32
30T
S35C
C35·C35E4·C35M2
1035.1037
080A35·080M36
CK35·C35
-
35T
S38C
-
1038
080A37
-
XC38·XC38H1·XC38H2
35T
S40C
C40·C40E4·C40M2
1039.1040
060A40·080A40·080M40
CK40·C40
-
40T
S43C
-
1042.1043
080A42
-
XC42H1·XC42H2
40T
S45C
C45·C45E4·C45M2
1045.1046
060A45·080M46
CK45·C45
XC45
45T
S48C
-
-
060A47·080A47
-
XC48·XC48H1·XD48H2
45T
S50C
C50·C50E4·C50M2
1049
080M50
CK50·C50
XC50
50T
S53C

1050.1053
080M52
-
XC54
50T
S55C
C55·C55E4·C55M2
1055
070M55
CK55·C55
XC55H1·XC55H2
-
S58C
C60·C60E4·C60M2
1060
060A57·080A57
CK60·C60
XC60
60T
S09CK
-
-
045A10·045M10
CK10
XC10
-
S15CK
-
-
-
CK15
C12
-
S20CK
-
-
-
CK22
XC18
-
JIS G4105 baja chrome molybdenum
SCM415
-
-
-
-
-
-
SCM418
18CrMo4·18CrMoS4
-
-
-
18CD4
20XM
SCM420
-
-
708M20
-
-
20XM
SCM421
-
-
-
-
-
-
SCM430
-
4130
708A30
-
30CD4
30XM·30XMA
SCM432
-
-
-
-
-
-
SCM435
34CrMo4·34CrMoS4
4135.4137
708A37·709A37
34CrMo4
34CD4·38CD4
35XM
SCM440
42CrMo4·42CrMoS4
4140.4142
708A40·708M40·709M40
708A42·709A42
42CrMo4
42CD4
-
SCM445
-
4145.4147
708A47
-
-
-
SCM822
-
-
-
-
-
-